Minggu, 03 Januari 2010

rokok dalam pandanga islam

Rokok Menurut Pandangan Islam


Seorang pria memakai jaket hitam mendaki gunung dengan
susah payah, berpeluh dan mengeluarkan tenaga. Setelah
berhasil sampai di puncak gunung, ia tersenyum bangga,
penuh kemenangan. Didekat kemah dan api unggun, ditemani
seorang wanita yang menatap kagum dan secangkir kopi panas
yang mengepul, pria itu meletakkan sebatang rokok disudut
mulutnya lalu memantik korek api. cuss.. ia menghisap
rokoknya dalam-dalam kemudian menyemburkan asapnya penuh
kenikmatan serasa jantan dan penuh kesombongan.

Rokok, dalam iklan identik dengan pria macho gagah, dengan
aktifitas penuh tantangan, dipadu secangkir kopi, atau
wanita cantik dan seksi. Iklan seakan bahwa perokok adalah
cerminan laki-laki gagah, jantan dan suka tantangan, dan
disukai wanita.

Tragisnya, keadaan nyata perokok tak seindah iklannya.
Justru diakhir hayatnya seorang pria perokok mengalami
kerusakan gigi, stroke, jantung koroner, kanker paru-paru,
kanker kerongkongan, bronchitis, impotensi dan kondisi
lainnya yang sama sekali tidak 'gagah'. Sedangkan wanita
perokok mengalami hal yang sama, dengan tambahan bonus
kanker rahim, kemandulan, menopause lebih cepat,
pendarahan otak. Jika ia sedang hamil, bayi yang lahir
mengalami resiko keguguran, premature, cacat bahkan
kematian. Inilah sebenarnya bencana bagi para perokok.

SEJARAH ROKOK

Sejarah rokok sendiri tidak terlepas dari upaya konspirasi
Yahudi-Nasrani yang berhasrat untuk menghancurkan umat
Islam. "Tidak akan ridho kaum Yahudi dan Nasrani terhadap
kalian selama-lamanya sampai kalian mengikuti jalan hidup
mereka." (al-Baqarah : 120). Didalam kitab Jawahirul
Lu'lu'iyyah, disebutkan bahwa munculnya rokok berasal dari
Inggris yang menyebar ke negeri-negeri Islam di abad
akhir. Anehnya pemerintah Inggris justru tidak mengirimkan
rokok ke negara Islam kecuali setelah para dokter muslim
bersepakat melarang merokok.

Dikatakan pula bahwa para dokter negeri muslim pernah
mengotopsi seorang laki-laki pecandu rokok. Mereka
mendapati daging dan ototnya mengerut kehitaman, sumsum
tulang hitam legam. Jantungnya seperti karang laut
berlubang dan berongga yang mengering. Hati terbakar
seperti dipanggang api. Sejak itulah dokter Yahudi-Nasrani
melarang mengonsumsi rokok. Sebaliknya mereka
memerintahkan menjualnya ke kaum muslimin dengan tujuan
membinasakan muslimin dalam jangka panjang. Dari sinilah
sebagian para ulama' mengharamkan mengkonsumsi rokok,
karena ihtiyath (berhati-hati dalam mengambil hukum).

TEMBAKAU BERASAL DARI KENCING IBLIS

Rasulullah pernah bersabda : "Kelak akan datang kaum-kaum
di akhir zaman, mereka suka mengonsumsi asap tembakau ini
dan mereka berkata : 'Kami adalah umat Muhammad SAW',
padahal mereka bukan umatku (Rasulullah tidak mengakui
sebagai umatnya), dan aku juga tidak mengganggap mereka
suatu umat, bahkan mereka adalah orang yang celaka."

Abu Hurairoh yang mendengar sabda tersebut bertanya :
"Bagaimana sejarah tembakau itu tumbuh Ya Rasulullah ?"
Sabdanya : "Sesungguhnya setelah Allah menciptakan Adam
'alaihis salam dan memerintahkan para malaikat untuk sujud
(sebagai tanda penghormatan) kepada Adam, seluruh malaikat
kemudian sujud kepadanya kecuali Iblis. Dia enggan,
bersikap sombong dan termasuk orang-orang yang kafir.
Allah bertanya kepada Iblis : "Wahai Iblis, Apa yang
menyebabkan kamu tidak mau sujud saat Aku memerintahkanmu
? " Kata Iblis : "Aku lebih baik darinya, aku tercipta
dari api sedang ia tercipta dari tanah." Allah berkata :
"Keluarlah engkau dari surga sesungguhnya engkau terkutuk,
dan engkau dilaknat sampai hari akhir !"

Iblis keluar dengan ketakutan hingga terkencing-kencing.
Dari tetesan kencing Ibllis itulah tembakau tumbuh. Nabi
SAW bersabda : "Allah memasukkan mereka kedalam neraka,
dan sesungguhnya tembakau adalah tanaman yang keji. "

ROKOK DAN KESEHATAN

Telah kita ketahui semua bahaya merokok seperti tersebut
diatas. Seorang perokok adalah pembunuh dirinya sendiri.
Padahal Allah SWT amat kasih sayang terhadap
hamba-hambaNya dan amat membenci perbuatan yang dapat
mencelakakan hidup. Meneruskan kebiasaan merokok berarti
menentang Allah SWT, karena Allah SWT tidak melarang
sesuatu kecuali didalamnya terdapat mudhorot yang besar
yang dapat mengganggu aktifitas 'ubudiyah seorang hamba.

Seorang perokok juga pembunuh orang lain. Mana ada seorang
yang bersih jiwanya yang tidak merasa terganggu dengan
asap rokok ? Belum lagi orang-orang tercinta dan
masyarakat sekitarnya. Padahal jelas-jelas Rasulullah SAW
melarangnya dalam sabda beliau : "Janganlah kalian
membahayakan diri kalian sendiri dan jangan pula
membahayakan orang lain.."

Pernah ada 2 orang menempati 2 ruangan berbeda.
Masing-masing memiliki 1 set komputer berwarna putih. Yang
satu merokok dan yang lain tidak. Kurang dari 6 bulan,
komputer, warna cat tembok kamarnya, baju-baju didalam
lemari si perokok semuanya menguning. Pakaian beraroma
rokok, padahal ia gunakan pakaian itu untuk menghadap
Allah SWT saat shalat dan hendak menuju masjid. Ia
berharap dapat meraih ridho Allah, dengan sesuatu yang
dibenci Allah ? Hasya wa kalla.

ROKOK DAN EKONOMI

Jika harga sebungkus rokok Rp. 6.000 dan habis dalam waktu
sehari, maka dalam sebulan, ia menghabiskan dana
Rp.180.000. Jika seperempat saja dari rakyat negeri ini
(anggap saja jumlah penduduk Indonesia sekitar 200 juta
jiwa) yang merokok, berarti 9 milyar rupiah dalam sebulan
mereka "membakar uang" dengan sia-sia. Itu baru sebungkus
rokok sehari, bagaimana yang setiap harinya merokok dua
hingga tiga bungkus. Dalam setahun, berapa kiranya
anggaran yang telah dikeluarkan oleh para perokok
Indonesia ? Cukup untuk membayar hutang negara, atau
seandainya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, untuk
membiayai para janda dan anak yatim, untuk membantu dunia
Islam lain seperti Palestina misalnya.

Namun sifat kecanduan dari tembakau dan cengkeh itu telah
menutup mata hati mereka, "ah ini kan uang-uang gue
sendiri terserah gue mau dibuat apa., apakah mereka
menyangka harta yang mereka keluarkan itu kelak diakhirat
tidak akan dihisab ?

Seorang yang telah mencampur kehidupannya dengan rokok,
kadang-kadang dapat melakukan hal-hal yang tidak
seharusnya dilakukan oleh manusia yang berakal sehat. Ia
bisa saja tidak memberi nafkah istri, bertengkar hanya
karena uang belanja sehari-hari, tidak mau membayar SPP
sekolah anak, tidak mencukupi kebutuhan pendidikan (umum
dan agama) seperti buku-buku atau kitab-kitab, bahkan
enggan bersedekah atau menolong tetangga atau kerabatnya
yang kesusahan, hanya karena sebungkus rokok. Ia telah
mendzalimi dirinya sendiri, istri dan anak-anaknya,
orang-orang yang mempunyai hak atasnya, padahal sebagian
besar dari mereka adalah kaum yang merasa dirinya hebat,
terhormat dan disegani oleh masyarakat.. ! padahal sikap
foya-foya adalah dilarang oleh Allah. "Dan janganlah
kalian menghambur-hamburkan harta kalian dengan boros,
sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara
syetan.." (QS. al-Isro' : 26)

Selain itu biasanya perokok menampakkan sikap egois,
individualis, yang penting dirinya merasa puas. Inilah
sikap yang disuntikkan kaum kapitalis kedalam otak
perokok. Tidak peduli didalam bis, angkutan umum, ruangan
apa saja, dikamar tidur, dimana saja. Seolah hal tersebut
sah-sah saja.

Hal ini tidak lain disebabkan mereka menuruti hawa nafsu
dan memandang hal yang ia lakukan tidak berakibat buruk.
"Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang
datang dari Tuhannya sama dengan orang yang dijadikan
baginya memandang baik perbuatan buruknya dan mengikuti
hawa nafsunya ? " (QS. Muhammad : 14). "Boleh jadi kamu
menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah
Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. al-Baqarah
:216)

Asap rokok telah menutupi akal sehat dan nurani
kemanusiaannya. Seorang perokok terkadang seorang yang
sangat pintar menasehati orang lain, tidak mau mendengar
dan mengabaikan nasehat orang-orang yang menyayanginya dan
peduli kesehatannya. Ia sudah bersikap masa bodoh dengan
segala hal.

Perokok juga telah melupakan bahwa dirinya tergantung
dengan rokok. Sikap ketergantungan ini sadar atau tidak
sadar meggerogotinya. Mulut terasa kecut bila tidak
menghisap rokok, akal tidak bisa berpikir tanpa rokok,
sugesti kecanduan telah merasuki otak mereka. Persis
seperti kasus yang dialami para pecandu narkoba dan
minuman keras.

Saat ini rokok tidak lagi identik dengan orang dewasa,
sebagaimana digambarkan didalam iklan. Siswa sekolah sudah
terbiasa mengonsumsinya. Bahkan dewasa ini para balita
sudah diajarkan praktek merokok dengan sempurna. Dari
siapa ? Dari "meniru" ayahnya, dari didikan orang tua,
kebiasaan gurunya, motivasi buruk teman-temannya dan dari
masyarakat. Bagaimana tidak ? Sejak dini mereka diajari
meniup api dari korek yang dipakai orang tuanya saat
merokok. Besar sedikit, mereka diberi permen coklat yang
bentuknya persis rokok, dan dengan bangga "mengajari"
mereka tata cara merokok yang "baik". Dari mulai
meletakkan "rokok" tersebut ke mulut, lalu mengambil
"korek" dan menyulutnya, mengapit "rokok" diantara jari
tengah dan telunjuknya, sampai menghisap dan menyebulkan
asap bohongannya ke udara, fuuuhh.. Orang tua dengan
sukses mengajari anaknya 2 hal, merokok dan berbohong.
Kadang kala orang tua melarang dengan keras anak-anaknya
merokok, sambil ia sendiri dengan tenang menghisap
rokoknya dalam-dalam. Wahai.

Lalu apakah rokok sama sekali tidak ada manfaatnya ?
Berikut ini bukti bahwa rokok masih mempunyai manfaat yang
mungkin jarang orang mengetahuinya.

Pertama, seorang perokok rajin bangun malam karena dia
batuk-batuk dan tidak bisa tidur. Kedua, rumahnya tidak
akan disatroni pencuri karena ia selalu mendengar suara
batuk dari dalam rumah sehingga ia pikir penghuni rumah
masih belum tidur. Ketiga, anjingpun takut kepadanya
karena setiap ia berjalan ia selalu membawa tongkat. Yang
terakhir dan teristimewa, ia meninggal dalam kondisi kuat
karena ia mati muda.

Merokok adalah perbuatan bid'ah yang tercela, dibenci
bahkan haram hukumnya. Jika hukum merokok adalah makruh
(dibenci Allah dan Rosul-Nya), maka cukuplah bagi orang
yang mengaku dirinya mukmin untuk meninggalkannya. Lalu
bagaimana apabila mu'tamad para ulama mutaakhkhirin
mengatakan hukumnya adalah haram ?

Merokok sama saja dengan bunuh diri, padahal kata Allah
SWT : "Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri.
Sesungguhnya Allah amat Penyayang kepadamu. " (An-Nisa' :
29)

Siapa yang tidak tahu merokok menyebabkan penyakit yang
membinasakan seperti jantung koroner, kanker paru-paru,
penyumbatan pembuluh darah atau stroke ? Padahal Allah SWT
telah melarang hal demikian. "Dan belanjakanlah (harta
bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan
dirimu sendiri kedalam kebinasaan." (al-Baqoroh :195)

Sabda Rasulullah SAW : "Barang siapa meneguk / menghisap
racun sehingga menyebabkan ia mati, maka kelak dineraka ia
akan menenggak racun dari tangannya, ia kekal dan
dikekalkan didalam neraka selamanya.." Rokok mengandung
racun nikotin dan karbon monooksida yang perlahan akan
membunuh dirinya.

Perokok pasif juga dapat terkena imbasnya bahkan lebih
parah. Sabda Nabi SAW : "Barang siapa yang beriman kepada
Allah dan hari akhir, maka janganlah ia mengganggu /
menyakiti tetangganya." Terutama "tetangga" yang paling
dekat dengan dirinya yakni keluarganya. Kata beliau pula :
"Barang siapa mengganggu seorang muslim maka sungguh ia
telah menggangguku dan barang siapa mengganggu aku, maka
sungguh ia telah mengganggu Allah SWT."

Masih banyak lagi ulama yang mengatakan ke-HARAM-an
merokok, diantaranya : Al-Habib Abdullah bin Alwi
al-Haddad sahibur ratib, Syech Abubakar bin Qosim
al-Ahdal, Syech al-Qolyuby, Syech Ibn 'Allan, Syech Ahmad
Kurdy dan lain sebagainya terutama ulama' 'alawiyyin, maka
alangkah tidak pantas kita yang awam masih mencari
dalil-dalil untuk menghalalkannya. Kata Habib Abdullah bin
Alwi al-Haddad : "..yang shohih hukum merokok adalah haram
karena dapat menghilangkan akal.."
Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur, mufti Diyar
Hadramaut, saat membahas hal-hal yang membatalkan puasa
didalam kitab beliau Bughyatul Musytarsyidin sempat
berkata : "Semoga Allah melaknat orang yang membuat rokok
karena rokok termasuk bid'ah yang buruk."

Al-Habib Husein, anak dari Syech Abubakar bin Salim pernah
membeli tembakau dengn harga 40.000 riyal, lalu
membakarnya, beliau juga memerintahkan untuk menghancurkan
tembakau di Hadramaut dan melarang orang-orang dari
merokok. Beliau berkata : "Orang yang tidak tobat dari
merokok, aku khawatir dia akan mati su'ul khotimah."
Na'udzu billahi min dzalik.

Beliau juga mengatakan : "Aku masih punya harapan peminum
khomr dapat bertobat, tapi aku tidak punya harapan orang
yang merokok dapat bertobat." Hal ini dikarenakan, peminum
khomr tahu bahwa khomr hukumnya haram sehingga masih
diharapkan tobatnya, sedang perokok merasa yakin bahwa
hukum merokok adalah tidak apa-apa, sehingga dia tidak
merasa bersalah dan tidak perlu bertobat. Wal 'iyaadzu
billah min dzalik.

Al-Habib Abdullah bin Umar Bin Yahya pernah melihat di
Mekkah beberapa orang yang berilmu telah terbiasa merokok.
Beliau lalu marah dan melarang mereka : "Ini tidak pantas
dan tidak cocok bagi yang mempunyai ilmu. Kebiasaan ini
adalah bid'ah yang jelek, tidak disukai oleh jiwa-jiwa
yang muthmainnah serta dijauhi oleh tabi'at yang
sholihah." Lalu bagaimana kiranya orang-orang yang merasa
dirinya pandai berilmu seperti ulama', kyai dan habaib
terkemuka masih mempertahankan kemubahan merokok ?

Syech Abdus Shomad Baktsir bersyi'ir :

Rokok adalah hidangan terbuat dari api panas, tidak ada
manfaat didalamnya kecuali penyakit jantung maka jangan
biarkan ia memperdayaimu

Awalnya adalah batuk lalu menguning terus menerus ia
lakukan sampai akhirnya berpenyakit TBC, maka berikanlah
dalihmu

Penyakit apakah gerangan yang disifatkan mereka
sampai-sampai menyerang punggungmu wahai yang tertipu

Apabila mereka berkata didalam rokok ada manfaatnya,
sungguh mereka telah berkata hal yang mustahil dan tak
akan pernah dijumpai olehmu

Al-Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan mengatakan : "Kalau
mereka mengharuskan kami untuk memilih, anakku merokok
atau makan kotoran manusia, niscaya aku pilih agar dia
makan kotoran manusia daripada merokok.." Beliau juga
mengharamkan rokok, karena membuat buruk konsumennya.

Al-Habib Ali bin Hasan Alatas shohib kitab al-Qirthos
serta al-Faqih Abdullah bin Ahmad Bazar'ah secara global
menyatakan merokok adalah tercela disetiap keadaan, baik
secara syari'at maupun secara akal.

Syech Muhammad al-Bairuty ad-Dimyathy berkata :
Rokok membuat tubuh lemah, sedikitpun tidak ada
manfaatnya, bahkan menyebabkan bahaya dan penyakit didalam
badan

Celakalah penghisapnya, kedudukan bagaimana yang
diharapkan dari yang aromanya menyerupai singa ketika
didalam kubangan

Ulama' sepakat berfatwa akan keharamannya tanpa melampaui
batas, maka berhati-hatilah dengan perkataan orang yang
menjadikanmu hina karena lemahnya badan. Janganlah kau
tertipu oleh mereka yang mengonsumsinya, karena mereka
lalai dari jalan nyata kebenaran. Membiarkan seseorang di
hari-hari cobaannya sampai-sampai ia melihat kebaikan
bukan sebagai kebaikan

Ada seorang yang amat sholih disalah satu kota di
Hadramaut, setiap harinya duduk berkumpul dengan auliya'
dan sholihin. Istiqomah mempelajari ilmu, mengamalkannya,
dan mengambil barokah dari mereka. Tak lama kemudian ia
meninggal dunia. Malamnya, adiknya melihatnya didalam
mimpi lalu bertanya : "Apa yang telah Allah lakukan
terhadapmu?" Si sholih itu menjawab : "Aku mendapatkan
seluruh syafa'at dari para wali dan kaum sholihin kecuali
satu, dalam merokok." Artinya, seluruh auliya' dan kaum
sholih dapat memberi syafa'at didalam hal apa saja,
asalkan bukan rokok..

Syech al-Qolyuby ketika ditanya hukum merokok menjawab
dengan syi'ir beliau yang artinya kurang lebih :

Dengarkanlah jawabanku wahai orang yang bertanya, tentang
hukum menghisap api yang kelak kedalam neraka kau akan
dijerumuskan
Hukumnya adalah haram berdasarkan dalil dan sifat-sifat
buruk didalam rokok, yang telah kukumpulkan. Yaitu, ia
dapat menyibukkan dirimu dari bertasbih kepada Pencipta
kita, membuat air mata menghitam dan menghamburkan uang.
Celakalah orang yang menghisapnya kelak dihari
perhitungan, saat ia datang dengan buku catatannya yang
kosong melompong lagi kelam. Tidak akan pernah ada
selamanya seorang yang 'alim pun yang berkata : ini adalah
halal, baik manusia golongan 'arab maupun 'ajam. Jika ada
yang menentang perkataanku ini, mestilah ia seorang yang
sesat dari jalan-jalan (kebaikan) serta dari kebenaran dan
tuli ditelinganya menyumbat pendengaran

Kita memohon kepada Allah Tuhan 'arasy Yang Mewujudkan
kita, semoga kebaikan ditampakkan dan diakhiri hidup kita
dengan keimanan. Di akhir zaman yang mendekati qiyamat
ini, segala yang dilarang (diantaranya rokok) makin
digemari dengan alasan sedang trend dan dianggap modern.
Adapun segala yang dianjurkan (diantaranya sunnah-sunnah
Nabi SAW seperti siwak), makin ditinggalkan dengan alasan
kuno, kolot dan tidak mode lagi. Malu, jika harus memakai
atribut agama dan merasa pede jika memakai asesoris budaya
non-Islam. Karenanya tak salah sindiran al-Habib Abdullah
bin Umar asy-Syathiry, seorang ulama mutaakhirin, dalam
syi'irnya beliau berkata :

Kau perbagus rokok dibibirmu, dan kau malu memakai siwakmu

Syariat dan kedokteran telah melarangmu dari perbuatan
mengganggu itu, tapi kau tetap melakukan hal itu

Seandainya kau balik 2 hukum itu (memakai siwak dan
meninggalkan rokok) maka itu lebih utama bagimu, akan
tetapi syetan telah menipumu

Berapa banyak harta yang amat berharga kau sia-siakan,
aduhai, kalau saja harta itu kau gunakan untuk akhiratmu

Tidaklah pantas bagimu wahai putra keturunan Thoha SAW,
lebih memilih akhlaq yang tercela dan kesialannya
menyelimutimu

Apakah kau tidak sadar datukmu hadir saat kau
melakukannya, benar-benar kau tidak mau sadar, demi Dzat
yang dari nuthfah Ia menciptakanmu.

Tiada kata terlambat untuk bertobat. "Dan orang-orang yang
apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri
sendiri, lalu mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun
terhadap dosa-dosa mereka.. dan siapa lagi yang dapat
mengampuni dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan
perbuatan buruk itu sedang mereka mengetahui." (QS. Ali
'Imron :135)

Semoga kita termasuk hamba Allah yang disebut didalam
ayat-Nya : "..Sampaikanlah kabar gembira kepada hamba-Ku,
yang mendengar perkataan lalu mengikuti apa yang terbaik
darinya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi
petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang
memiliki akal. " (az-Zumar : 17-18)

Comments :

0 komentar to “rokok dalam pandanga islam”

Poskan Komentar

 

Copyright © 2009 by achmad muhammad ma'shum muhibbaddin 'ainul yaqin dan allohurbbi