Selasa, 16 Maret 2010

Satu dua tiga, sayang semuanya ♪



Satu dua tiga, sayang semuanya ♪

← Bab Sebelumnya (Membuat permintaan) | Daftar Isi | Bab Berikutnya (Mengakhiri bagian 4) →


Angka dan jumlah

Angka dan berhitung di bahasa Jepang cukup rumit sehingga membutuhkan bab tersendiri. Pertama, sistem bilangannya adalah dalam kelompok 4 digit dan bukan 3 (ribuan, jutaan, dsb.). Karenanya, mungkin kamu akan kesulitan di awal-awal dalam memahami angka yang besar. Lalu, bahasa Jepang juga memiliki berbagai macam pencacah untuk menghitung hal-hal yang berbeda. Ini mirip bahasa Indonesia yang memiliki banyak pencacah seperti "ekor", "buah", dan "lembar". Hanya saja, pada bahasa Jepang jenisnya lebih banyak! Kita akan mempelajari pencacah yang paling umum sebagai perkenalan, dan diharapkan kamu bisa mempelajari sisanya setelah tahu konsep dasarnya. Kalau boleh jujur, mungkin pencacah adalah satu-satunya hal di bahasa Jepang yang bisa membuatmu ingin berhenti belajar bahasa Jepang. Ya, pencacah memang sebegitu parah. Saya menyarankan agar kamu memahami materi di bab ini sedikit demi sedikit karena banyak hal yang harus kamu hafalkan.

Sistem bilangan

Pada sistem bilangan bahasa Jepang, angka dibagi menjadi kelompok 4 digit. Jadi bilangan seperti 10.000.000 (sepuluh juta) sebetulnya dibaca sebagai 1000.0000 (seribu puluh-ribu). Hanya saja, karena pengaruh dunia barat angka selalu ditulis dengan pengelompokan 3 digit gaya barat. Tapi ingat, dalam membaca kamu harus memecah-mecahnya menjadi kelompok 4 digit. Satu hal tambahan yang perlu kamu ingat adalah bahwa seperti gaya menulis barat, pemisah ribuan ditulis dengan koma (,) dan pemisah desimal ditulis dengan titik (.). Ini kebalikan dari cara penulisan di bahasa Indonesia. Jadi 1.000,25 (seribu koma dua lima) di bahasa Jepang ditulis sebagai 1,000.25. Untuk selanjutnya kita akan menggunakan gaya penulisan barat/Jepang. Ini adalah 10 angka pertama:
Angka12345678910
漢字
ひらがな いち さん よん ろく しちなな はち きゅう じゅう
Sebagaimana tertulis, 4 bisa dibaca 「」 maupun 「よん」 dan 7 bisa dibaca 「しち」 maupun 「なな」. Pada dasarnya, keduanya sama-sama bisa digunakan sampai 10. Tapi, di atas sepuluh, cara membacanya hampir selalu 「よん」 dan 「なな」. Secara umum, 「よん」 dan 「なな」 lebih sering dipakai dibanding 「」 dan 「しち」 pada sebagian besar kasus.
Kamu bisa menghitung dari 1 sampai 99 hanya dengan sepuluh angka tersebut. Bahasa Jepang dalam hal ini lebih mudah dibanding bahasa Indonesia sebab tidak ada perkecualian seperti "lima belas". Di bahasa Jepang, kamu membacanya sebagai "sepuluh lima".
(1) 三十一 (さんじゅういち) = 31
(2) 五十四 (ごじゅうよん)= 54
(3) 七十七 (ななじゅうなな)= 77
(4) 二十 (にじゅう) = 20
Perhatikan bahwa bilangan selalu ditulis menggunakan kanji seperti 十二 atau angka seperti 12 karena hiragananya akan menjadi panjang dan susah dipahami.

Bilangan di atas 99

Inilah bilangan-bilangan yang lebih besar:
Angka1001,00010,00010^810^12
漢字
ひらがな ひゃく せん まん おく ちょう
Perhatikan bahwa bilangannya melompat 4 digit dari 10^4 menjadi 10^8 pada perubahan ke . Ini karena di Jepang memang pembagiannya berbasis 4 digit. Setelah kamu mencapai 1万 (10,000), kamu memulai lagi sampai mencapai 9,999万, yang pada akhirnya menjadi 1億 (100,000,000). Ngomong-ngomong, adalah 100 dan adalah 1,000, tapi untuk satuan di atasnya kamu perlu menempelkan 1 sebelum satuannya, misalnya 一万 (10^4)、一億 (10^8)、 dan 一兆 (10^12).
Sekarang kamu bisa menghitung sampai 9,999,999,999,999,999 atau misalnya 9,999兆 dengan merantai angka-angkanya seperti sebelumnya. Tapi di sini muncul satu masalah. Coba mengatakan 「いちちょう」 、「ろくひゃく」、「さんせん」 dengan sangat cepat. Kamu akan sadar bahwa itu susah dilakukan karena suara konsonan yang mirip muncul berulang. Oleh karenanya, orang Jepang pada akhirnya mengucapkannya sebagai 「いっちょう」、 「ろっぴゃく」、dan 「さんぜん」 untuk meminimalisir gerakan mulut. Kita telah membahas perubahan suara seperti ini di akhir bab Kanji. Sayangnya, bagi kita hal ini malah membuat kita lebih susah untuk mengingat kapan harus membaca yang mana. Inilah daftar semua perubahan suara yang ada:
Numerals 漢字 ひらがな
300三百さんびゃく
600六百ろっぴゃく
800八百はっぴゃく
3000三千さんぜん
8000八千はっせん
10^12一兆いっちょう
(1) 四万三千七十六 (よんまんさんぜんななじゅうろく) = 43,076
(2) 七億六百二十四万九千二百二十二 (ななおくろっぴゃくにじゅうよんまんきゅうせんにひゃくにじゅうに) = 706,249,222
(3) 五百兆二万一 (ごひゃくちょうにまんいち) = 500,000,000,020,001
Ingat bahwa pada umumnya, bilangan-bilangan besar ditulis menggunakan angka karena pada kasus tersebut penulisan kanjinya menjadi semakin susah untuk dipahami.
Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana cara mengucapkan angka yang lebih besar lagi, tapi pada kenyataannya kamu akan jarang menggunakan 「」 apalagi 「」. Saya bisa menjamin bahwa kamu tidak perlu tahu lanjutannya, tapi kalau yang penasaran silahkan lihat daftarnya.

Bilangan yang lebih kecil dari 1

Nol di bahasa Jepang adalah 「」 tapi 「ゼロ」 atau 「マル」 lebih umum di zaman modern sekarang. Tidak ada cara membaca khusus untuk bilangan desimal. Kamu cukup mengatakan 「」 untuk titiknya dan setelahnya membaca angka yang muncul satu per satu. Ini contohnya:
(1) 0.0021 - ゼロゼロゼロ。 Untuk bilangan negatif, semuanya sama seperti bilangan positif namun kamu perlu mengawalinya dengan 「マイナス」.
(1) マイナス二十九 = -29

Menghitung dan pencacah

Nah, di sinilah kita masuk ke bagian yang paling menyenangkan (baca: menyengsarakan). Saat kamu berurusan dengan bilangan secara abstrak, segala sesuatunya seperti yang kamu harapkan: 、 dan seterusnya. Tetapi kalau kamu mau menghitung jumlah benda tertentu, kamu harus menggunakan apa yang disebut pencacah yang bergantung pada benda yang sedang dihitung. Terlebih lagi, banyak perubahan suara sebagaimana pada kasus 六百. Pencacah tersebut biasanya adalah satu huruf kanji yang seringkali memiliki bacaan khusus saat digunakan sebagai pencacah. Pertama, mari kita pelajari pencacah untuk tanggal.

Tanggal

Untuk tahun, caranya sangat mudah. Kamu tinggal mengucapkan angkanya lalu menambah 「」 yang dibaca sebagai 「ねん」. Contohnya, tahun 2003 menjadi 2003年(に せんさんねん). Yang perlu diingat adalah bahwa ada kalender lain yang berlaku di Jepang yang angka tahunnya mengulang lagi dari awal setiap kali kaisar baru naik tahta. Tahun seperti ini diawali dengan nama eranya. Sebagai contoh tahun ini adalah 平成22年. Saya lahir tahun 1981 yang sama dengan 昭和56年 (Era Showa berlangsung dari 1926 sampai 1989). Kamu mungkin beranggapan bahwa kamu tidak perlu tahu semua ini, tapi kalau di Jepang kamu perlu mengisi-isi formulir maka umumnya kamu perlu menuliskannya dalam penanggalan barat dan juga penanggalan Jepang (和暦). Jadi silahkan gunakan situs pengkonversi ini jika dibutuhkan. Mengucapkan nama-nama bulan sebetulnya lebih mudah dibandingkan dengan bahasa Indonesia, sebab yang perlu kamu lakukan hanyalah menuliskan angkanya (baik dengan angka maupun kanji) dan menambahkan 「」 yang dibaca 「がつ」. Namun perhatikan bahwa April (4月), Juli (7月), dan September (9月) dibaca masing-masing 「しがつ」、 「しちがつ」、dan 「くがつ」.
Akhirnya kita masuk ke hari-hari dalam satu bulan yang mulai membuat pusing kepala. Hari pertama suatu bulan dinamakan 「ついたち」 (一日); berbeda dengan 「いちにち」 (一日), yang berarti "satu hari". Selain ini dan beberapa perkecualian lain yang akan kita bahas sebentar lagi, kamu tinggal mengatakan angkanya dan menambahkan 「」 yang dalam kasus ini dibaca 「にち」. Sebagai contoh, tanggal 26 menjadi 26日にじゅうろくにち). Cukup mudah, hanya saja, untuk 10 hari pertama, hari ke-14, 19, 20, dan 29, kamu harus menghafalkan bacaan khususnya. Kalau kamu benci menghafal, kamu harus berusaha lebih keras di sini. Perhatikan bahwa kanjinya tetap namun bacaannya berubah.
Tanggal ke- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 14 19 20 24 29








































































Di Jepang, format penulisan tanggal lengkap mengikuti format tanggal internasional yaitu: XXXX年YY月ZZ日. Sebagai contoh adalah: 2003年12月 2日

Waktu

Sekarang kita akan belajar cara mengatakan waktu. Jam disebutkan dengan mengatakan angkanya dan diikuti 「」 yang pada kasus ini dibaca 「」. Inilah daftar perkecualian yang perlu kamu perhatikan.
Indonesiajam 4jam 7jam 9
漢字 四時 七時 九時
ひらがな よじ しちじ くじ

Apakah kamu mulai sadar bahwa angka 4, 7, dan 9 terus-menerus membuat masalah? Ya, dan terkadang kamu juga perlu berhati-hati dengan 1, 6, dan 8. Menit ditandai dengan 「」 yang umumnya dibaca 「ふん」 namun memiliki perkecualian berikut:
Indonesia 1 menit3 menit4 menit6 menit8 menit10 menit
漢字 一分 三分 四分 六分 八分 十分
ひらがな いっぷん さんぷん よんぷん ろっぷん はっぷん じゅっぷん
Untuk angka yang lebih besar, kamu menggunakan bacaan normal untuk digit atasnya dan menggunakan bacaan yang telah dijelaskan di atas untuk bagian 1 sampai 10 di akhirnya. Sebagai contoh, 24 menit adalah 「にじゅうよんぷん」 (二十四分) dan 30 menit adalah 「さんじゅっぷん」 (三十分). Ada juga bacaan yang lebih jarang namun bisa ditemui juga misalnya 「はちふん」 untuk 「八分」 dan 「じっぷん」 untuk 「十分」 (yang ini hampir tidak pernah dipakai).
Cara menyebutkan detik adalah angkanya ditambah 「」, yang dibaca 「びょう」. Tidak ada perkecualian di sini.
Beberapa contoh waktu:
(1) 1時24分(いちじ・にじゅうよんぷん) - 1:24
(2) 午後4時10分 (ごご・よじ・じゅっぷん) - 4:10 Sore
(3) 午前9時16分 (ごぜん・くじ・じゅうろっぷん) - 9:16 Pagi
(4) 13時16分 (じゅうさんじ・じゅうろっぷん) - 13:16
(5) 2時18分13秒 (にじ・じゅうはっぷん・じゅうさんびょう) - 2:18:13

Selang waktu

Nah lo! Pasti kamu mengira bahwa urusan waktu sudah selesai. Tapi sebetulnya masih belum! Kalau sebelumnya kita membahas satu titik waktu, sekarang kita akan belajar selang waktu, hari, bulan, dan tahun. Pencacah dasar untuk selang waktu adalah 「」, yang dibaca 「かん」. Kamu bisa menempelkannya ke akhir jam, hari, minggu, dan tahun. Menit (pada umumnya) dan detik tidak memerlukan pencacah ini dan bulan memiliki cara kerja berbeda yang akan kita bahas berikutnya. (1) 二時間四十分 (にじかん・よんじゅっぷん) - 2 jam 40 menit (bedakan dengan "jam 2:40")
(2) 二十日間 (はつかかん) - 20 hari (bedakan dengan "tanggal 20")
(3) 十五日間 (じゅうごにちかん) - 15 hari
(4) 二年間 (にねんかん) - dua tahun
(5) 三週間 (さんしゅうかん) - tiga minggu
(6)  一日 (いちにち) - 1 hari
Seperti telah disebutkan sebelumnya, selang waktu satu hari adalah 「一日」 (いちにち) yang berbeda dengan tanggal 1 suatu bulan: 「ついたち」.
Pengucapan yang perlu diperhatikan saat menghitung minggu adalah satu minggu: 「一週間」 (いっしゅうかん) dan 8 minggu: 「八週間」 (はっしゅうかん).
Untuk menghitung jumlah bulan, kamu tinggal menggunakan angka biasanya lalu menambahkan 「か」 dan 「」 yang di sini dibaca sebagai 「げつ」 dan bukanがつ」. 「か」 yang digunakan di sini biasanya ditulis dengan katakana kecil 「ヶ」 yang sebetulnya membingungkan sebab di sini cara membacanya adalah 「か」 dan bukan 「け」. Katakana kecil 「ヶ」 sama sekali berbeda dengan katakana normal 「ケ」, karena sebenarnya dia adalah singkatan penulisan kanji 「箇」, kanji yang aslinya digunakan dalam menghitung bulan. Katakana kecil 「ヶ」 ini juga digunakan di beberapa nama tempat misalnya 「千駄」 dan juga pada pencacah lain, misalnya pencacah lokasi yang akan dibahas belakangan.
Dalam menghitung bulan, perhatikan perubahan suara berikut:
Indonesia1 bulan6 bulan10 bulan
漢字 一ヶ月 六ヶ月 十ヶ月
ひらがな いっかげつ ろっかげつ じゅっかげつ
Seperti menit, angka yang lebih besar dari 10 mengulang lagi penggunaan suara untuk 1 sampai 10.
(1) 十一ヶ月 (じゅういっかげつ) - 11 bulan
(2) 二十ヶ月 (にじゅっかげつ) - 12 bulan
(3) 三十三ヶ月 (さんじゅうさんかげつ) - 33 bulan

Pencacah lain

Kita akan melihat beberapa pencacah yang paling umum agar kamu paham bagaimana caranya bekerja. Semoga dari titik awal ini, kamu bisa belajar sendiri pencacah lain yang kamu temui karena jumlahnya terlalu banyak untuk dimuat semua di sini. Hal yang perlu diingat adalah bahwa menggunakan pencacah yang salah menghasilkan kalimat yang salah dari segi tata bahasa. Coba saja bayangkan misalnya "dua lembar murid" di bahasa Indonesia (yang benar itu "dua orang murid"!). Di bahasa Jepang juga kamu harus menggunakan pencacah orang saat menghitung orang, pencacah kertas saat menghitung kertas, dan sebagainya. Walaupun begitu, di saat bingung atau terdesak kamu bisa menggunakan pencacah umum sebagai ganti dari pencacah yang tidak kamu ketahui. Inilah beberapa pencacah yang ada:
日本語Kasus penggunaan
Untuk menghitung jumlah orang
Untuk menghitung benda berbentuk silinder panjang seperti botol atau sumpit
Untuk menghitung benda tipis seperti kertas atau baju
Untuk menghitung benda seperti buku
Untuk menghitung binatang kecil seperti kucing dan anjing
Untuk menghitung umur makhluk hidup seperti orang
Untuk menghitung benda kecil (umumnya bulat)
Untuk menghitung jumlah kejadian (sekali, dua kali, dsb.)
ヶ所(箇所)Untuk menghitung jumlah lokasi
Untuk menghitung benda umum yang tidak memiliki pencacah atau yang pencacahnya sangat langka

Menghitung 1 sampai 10 (variasi yang lain mungkin ada)

ヶ所(箇所)
1 ひとり いっぽん いちまい いっさつ いっぴき いっさい いっこ いっかい いっかしょ ひとつ
2 ふたり にほん にまい にさつ にひき にさい にこ にかい にかしょ ふたつ
3 さんにん さんぼん さんまい さんさつ さんびき さんさい さんこ さんかい さんかしょ みっつ
4 よにん よんほん よんまい よんさつ よんひき よんさい よんこ よんかい よんかしょ よっつ
5 ごにん ごほん ごまい ごさつ ごひき ごさい ごこ ごかい ごかしょ いつつ
6 ろくにん ろっぽん ろくまい ろくさつ ろっぴき ろくさい ろっこ ろっかい ろっかしょ むっつ
7 しちにん ななほん ななまい ななさつ ななひき ななさい ななこ ななかい ななかしょ ななつ
8 はちにん はちほん はちまい はっさつ はっぴき はっさい はっこ はちかい はっかしょ やっつ
9 きゅうにん きゅうほん きゅうまい きゅうさつ きゅうひき きゅうさい きゅうこ きゅうかい きゅうかしょ ここのつ
10 じゅうにん じゅっぽん じゅうまい じゅっさつ じゅっぴき じゅっさい じゅっこ じゅっかい じゅっかしょ とお
Perubahan suara yang ada ditandai. Kamu tidak menghitung 0 karena tidak ada bendanya untuk dihitung. Untuk kasus tersebut kamu tinggal menggunakan 「ない」 atau 「いない」. Tabel di atas ditulis dengan hiragana, namun tentunya yang umum adalah menggunakan angka atau kanji angka lalu diikuti kanji pencacahnya. Perkecualiannya adalah 「とお」 yang ditulis 「」.
Untuk angka yang lebih besar, seperti yang sudah kamu duga ucapan untuk digit besarnya tidak memiliki perkecualian dan untuk ucapan digit terakhir kamu menggunakan bacaan untuk 1 sampai 10 pada tabel atas. Perkecualiannya hanyalah 「一人」 dan 「二人」 yang bacaannya berubah menjadi beraturan yaitu 「いち」 dan 「」 untuk orang di atas 10. Jadi 「一人」 adalah 「ひとり」 tapi 「11人」 dibaca 「じゅういちにん」. Lalu pencacah umum 「~つ」 hanya berlaku sampai 10 benda. Di atasnya, kamu hanya perlu menyebutkan angkanya tanpa perlu pencacah apapun.
Catatan: Pencacah umur seringkali ditulis 「」 untuk mereka yang malas menulis kanji benarnya yang lebih rumit. Lalu, umur 20 tahun biasanya dibaca 「はたち」 dan bukan 「にじゅっさい」.

Menggunakan 「」 untuk menyatakan urutan

Kamu bisa menempelkan 「」 (dibaca 「」) ke berbagai mencacah untuk menyatakan urutan. Ini akan mengubah "4 ekor kucing" menjadi "kucing yang ke-4" misalnya. Contoh yang paling umum adalah penggunaannya pada pencacah 「」. Sebagai contoh, 「一番」  yang berarti "nomor satu" (yang terbaik) berubah menjadi "yang pertama" (misal "yang pertama kali maju") kalau kamu menambahkan 「」 (一番目). Dengan cara yang sama, 「一回目」 adalah pertama kali, 「二回目」 adalah kedua kali, 「四人目」 adalah orang keempat, dan sebagainya.

Comments :

0 komentar to “Satu dua tiga, sayang semuanya ♪”

Poskan Komentar

Arsip Blog

 

Copyright © 2009 by achmad muhammad ma'shum muhibbaddin 'ainul yaqin dan allohurbbi